"Jalesveva Jayamahe, Di Laut Kita Jaya!"
Sejak nonton Kick Andy, yang episode-nya tentang Dewa Ruci, saya jatuh cinta, literally. Jatuh cinta sama kapal ini dan kisah-kisah para awak kapalnya. Rasanya kayak melihat sesuatu yang begitu... ajaib. Rasanya indah, sekaligus keren sekali kalo bisa keliling dunia, dengan kapal yang sudah tua seperti Dewa Ruci ini.
Dan selama pas nonton, saya inget, saya gak kemana-mana, terus nungguin kemunculan acara Kick Andy meskipun ada banyak iklan lewat. Saya pokoknya gak mau ketinggalan. Saya kemudian kecewa, begitu tahu acara Kick Andy nya sebentar lagi habis. Tapi, begitu penghujung acara, seperti biasa, Pak Andy Noya membagikan buku bagi para pemirsa yang ada di studio, dan buku itu adalah,
"Dewa Ruci - Pelayaran Pertama Menaklukan Tujuh Samudra"
"Pokoknya harus beli!" Saya bertekad.
Tapi ternyata, saya lupa juga sama keinginan saya itu, dan jadinya... baru terealisasi sekarang, di bulan ini, dimana (lagi lagi) ada diskon dari BukaBuku, mwahaha
Penulisnya adalah Cornelis Kowaas, yang juga ikut dalam pelayaran pertama Dewa Ruci mengelilingi dunia. Jumlah halaman buku ini adalah 441, belum termasuk cover, serta kata sambutannya.
Membaca buku ini... rasanya kayak travelling. Menjelajahi dunia di tahun 1964 tepatnya. Tapi, meskipun begitu, diberikan juga informasi mengenai hal - hal yang terbaru, disesuaikan dengan jaman sekarang. Misal, Sukarnapura, adalah nama sebuah kota, tapi diberi catatan kaki kalau sekarang sudah berubah nama menjadi Jayapura. Ada juga informasi tentang kota-kota yang jadi tempat persinggahan bagi Dewa Ruci, dijelaskan sejarahnya, dan tempat tempat wisata menariknya juga diceritakan!
Tapi yang paling berkesan bagi saya adalah waktu membaca bagian orang-orang luar negeri yang ternyata merasa nyaman ketika bertemu dengan para awak kapal, salah satunya berkomentar:
"In the few times we met, and the little times we spent together, I learned more about friendship and understanding than I have from any other experiences during my life. You showed me that warm friendship can form quickly, and they leave memories that will never die... I will always cherish them as reminders of all that you gave me: an understanding of the Indonesian people, their country, their customs, and most of all, their unreserved friendship... may God Bless You."
Terharu bacanya. :")
Terus, banyak hal menarik yang juga saya temuin di sini, here is the list:
- Cara mandi para awak kapal pas di Yugoslavia, sungguh gendeng, tapi kocak di saat yang sama (and no, I won't explain it, it's funnier if you read it yourself)
- Nama Presiden Sukarno yang ternyata lebih populer daripada Indonesia itu sendiri, yep, jadi, waktu itu, yang lebih dikenal ya nama Bung Karno, bukan Indonesia
- Cara-cara licik yang dipakai para pedagang di Mesir demi bisa jualan di atas kapal, atau menjual barang-barang dagangan mereka dengan harga mahal
- Pernah, ada seorang awak kapal yang meminta izin untuk pergi ke rumah seorang gadis Yugoslavia, dan langsung ditolak oleh si gadis rupanya! Ternyata, kalo adat disana itu, baru boleh ke rumah si gadis kalo udah deket banget, atau udah mau ke jenjang yang lebih pasti, a.k.a. nikah
- Seragam para awak kapal dinilai modis sama orang-orang di luar negeri, ada seorang ibu di Midway yang kagum sama seragam angkatan laut Indonesia:
"Tetapi yang terlebih dikaguminya adalah potongan atau mode yang diterapkan ke atas baju seragam kami, terutama seragam kerja kadet yang terdiri dari kemeja abu-abu lengan pendek dan celana pendek abu-abu. Seragam ini dinilainya praktis, segar, maskulin. Adapun seragam pesiar kadet yang serba putih, pet putih, seragam putih potongan ketat, dan sepatu putih dinilainya "tidak ada yang bisa melawan". Ibu ini merasa iri mengapa Angkatan Laut Amerika justru tidak memiliki seragam seperti ini."
With all my heart, Mam, I second that. (。-_-。 )人( 。-_-。)
Selain itu, ada juga foto-foto hitam putih yang terselip dalam buku ini, sehingga kita makin terasa masuk ke dalam perjalanan mereka. Dijelaskan juga waktu para awak kapal menghadapi badai, dan hampir dihantam oleh Ellen, serta Dewa Ruci yang "diculik oleh para Dewa Yunani".
Tegang, bangga, seru, kocak, dan ber "d'awwww"-ria ada di buku ini. Ini bener-bener buku menarik yang perlu dibaca oleh setiap orang Indonesia. Agak lebay mungkin, tapi seenggaknya, kalian yang baca tulisan saya ini, coba bacalah.
Dan, fun fact: Buku ini dulunya pernah diterbitin loh. Tapi waktu itu masih menggunakan ejaan lama, jadi, yang edisi 2010 ini diperbarui, dengan tidak menggunakan ejaan lama, dan dilengkapi informasi untuk memudahkan pembaca dalam mengetahui seluk beluk mengenai pelayaran pertama dalam menaklukan tujuh samudra ini. :D
Terus, mau bagi informasi aja, ternyata Ekspedisi Dewa Ruci ternyata pernah ditayangin di Kompas TV ya? Ini trailernya:
Cuman bisa berharap, acara Dewa Ruci ini bisa ditayangin lagi, saya kan juga mau nonton... ; A ;
Dan saya kepikiran, gimana kalo Dewa Ruci dibikinin acara TV, tapi bentuknya kayak Band of Brothers gitu. Tapi kayaknya kalo sampe ada... saya bakal nangis gegulingan, apalagi pas episode terakhirnya (mungkin ya), soalnya pas baca bukunya aja, di bab-bab terakhirnya, ketika udah sammpai di Jayapura, saya sedih, karena ada perasaan kayak, "hah, udah selesai nih?" rasanya saya gak mau perjalanan ini berhentiiii (´;д;`)
Okay okay, let's stop, I think now I'm too obsessed about Dewa Ruci...
Lastly, there's a site about Dewa Ruci XD Click here!
- O u O -
Tambahan:
Akhirnya saya ketemu acara Kick Andy yang tentang Dewa Ruci!
Silakan menonton bagi yang penasaran~ :D
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar