Kenapa. Kenapa Agatha Christie selalu sukses bikin saya fangirling tiap saya ketemu sama tokoh penyelidik dari kepolisian yang ganteng? WAIIIEhem. Oke. Langsung aja ke sinopsis.
Semua berawal ketika sebuah sekolah putri Meadowbank memulai tahun ajaran barunya. Ada guru guru serta karyawan-karyawan baru, dan guru-guru yang lama juga telah kembali. Tapi satu hal yang menarik perhatian mereka di tahun ini di Meadowbank adalah hadirnya seorang putri, bernama Putri Shaista. Kehadirannya menarik, karena sepupu sekaligus tunangannya, Pangeran Ali baru saja terbunuh dalam sebuah revolusi di negara mereka. Meskipun begitu, keadaan sekolah pun tetap berlangsung damai, seperti biasa.
.
Atau, tidak?
.
Dua guru yang penasaran pada cahaya yang menyala di tengah malam, di paviliun olahraga yang baru saja dibangun, menemukan kenyataan mengerikan.
Mereka baru saja menemukan sebuah mayat.
Mayat siapakah itu? Dan mengapa dia dibunuh? Apakah ini masih berhubungan dengan Pangeran Ali yang beberapa waktu lalu tewas?
Apa pun jawabannya, terdapat hal ganjil dalam sekolah itu, seseorang yang lain.
Seekor kucing di tengah burung burung dara.
- O u O -
Ye. yes. Hal pertama yang mau saya garis bawahi adalah saya fangirling sama Ronnie a.k.a. Adam Goodman. But kinda dissapointed though, that he's not witty enough. I think.
Kalo kalian baca buku ini, kalian bisa kira kira, hal apa yang sebenernya jadi pemicu pembunuhan di Meadowbank. Yang gak akan saya ungkapin berhubung biar pada penasaran, hehe.
Novel ini juga sebenernya adalah novelnya Hercule Poirot. Tapi sayangnya, Hercule Poirot cuman muncul pas ceritanya udah sampe sekitar 2/3-an. Jadi... yah, agak kecewa juga sih. Padahal cukup berharap ngeliat banyak twisting conversation from M.Poirot.
It's still a good book though! Karena saya gak bisa ngira-ngira siapa pembunuh sebenernya. Padahal saya udah nelusurin dialog-dialognya loh. -__-
(Okaaayyyy, part of this, maybe because I focus too much on Ronnie. LOL)
Dan satu lagi, sumpah, untuk pertama kalinya, saya ngakak baca Agatha Christie. Karena emang beberapa dialognya, menurut saya konyol, LOLOL.
Anyway, my favorite quotes~
"Pergi ke Anatolia naik bus! Anak itu mengatakannya seolah-olah dia sedang mengatakan ibunya sedang naik bus kota nomor 73 ke toko Marshll di Snelgrove."
- O u O -
M. Poirot: "Oh, ibumu pergi ke Anatolia naik bus. Il ne man quait que ca!*..."
*Il ne man quait que ca : Kelewatan amat!
- O u O -
Julia U: "Tapi Bibi Maureen pandai sekali membuat telur dadar yang enak sekali"
M. Poirot : "Telur dadarnya memang enak sekali."
Suara Poirot terdengar senang. Dia menarik napas panjang.
M. Poirot : "Kalau begitu Hercule Poirot tak hidup sia sia," "akulah yang mengajar Bibi Maureen-mu membuat telur dadar itu."
- O u O -
"Les oreilles ennemies nous ecoutent"*
-Julia Upjohn
*Les oreilles ennemies nous ecoutent : Musuh selalu memasang telinga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar