Minggu, 28 Juli 2013

Hiccup Horondeus Haddock III

Sebelum saya mulai review, saya mau cerita dulu tentang cara saya mendapatkan buku-buku nya Hiccup... Pas beberapa hari yang lalu, di bukabuku ada diskon, semacam diskon pas Ramadhan, yang khusus buat terbitannya Mizan. Dan hasilnya? Saya ngeborong 11 buku, HAHAHA \( `.∀´)/ habis diskonnya emang menggiurkan banget sih buat bookworm kayak saya.

Silakan bayangkan, buku-buku yang harganya tadinya sekitar 40-50 ribuan, jadi 7-10 ribuan... Siapa yang gak seneng coba, dan pengen manfaatin sebisa-bisanya? ⊙ω⊙ //slapped
Karena itulah, saya dengan sangat sabar ngecek satu-satu mana aja buku bagus yang diskon, dan itu banyaaaak banget.

Ketahuilah pula saudara-saudara, dari 11 buku yang harusnya total
nya sekitar 400 ribuan, total akhirnya ternyata 144 ribu, gara gara dipotong sama diskon yang gila-gilaan itu. Saya tanya, siapa sih yang gak bahagia bisa ngehemat uang jajannya? ≖‿≖
Now, to the review.

Jadi, saya langsung beli empat buku kelanjutannya How to Train Your Dragon, karangannya Cressida Cowell. Yang menurut Cressida Cowell sendiri, sebenarnya dia terjemahin dari naskah Viking kuno, hahaha, really, I love that.

Saya lumayan sering liat novel ini di toko buku, cuman gak berani beli, karena takut kurang bagus atau apa. Dan memberanikan beli sekarang mumpung lagi diskon.

Ternyata, saya sama sekali gak menyesal baca ini.

It was fun to read, really, interesting books indeed.


Begini ceritanya, Hiccup Horondeus Haddock III adalah putra satu-satunya putra dari kepala suku Hooligan Berbulu, Stoick yang Agung. Hiccup gak seperti suku Viking kebanyakan, dia lebih cerdas, tapi, dia sama sekali gak punya power. Dia juga punya seorang sahabat, namanya Fishlegs, yang ehem, selemah dia untuk soal power.

Sepupunya, Snotface Snotlout adalah rival terbesarnya, dia benar-benar kebalikan dari Hiccup, dan Snotlout juga benar-benar benci pada Hiccup, karena dia gak terima tahta kepala suku akan diberikan pada Hiccup yang (dia pikir) lemah nanti.

Hiccup juga punya seekor naga, namanya Toothless. Sama seperti Hiccup, Toothless berbeda dari naga kebanyakan, dia lebih kecil dari ukuran biasa, dan tidak punya gigi, dan oh, dia juga pemalas. Selain itu, Hiccup juga bisa bicara bahasa naga, malah, dia punya semacam Kamus Bahasa Naga (saya lupa itu namanya apa, orz).

 Dan begitulah, dari keseharian Hiccup berlatih menjadi seorang kepala suku yang hebat, petualangannya yang sebenarnya dimulai.

Dia bertemu macam-macam orang, dan yep, macam-macam naga, dari Alvin si Petani Miskin tapi Jujur, ehem, oke, bukan, nama sebenernya adalah Alvin si Bajingan. Really, saya geregetan sendiri sama orang yang satu ini. ლ(ಠ_ಠლ) Terus, ketemu sama Humongously Hotshot sang Pahlawan, Camicazi putri dari kepala suku Bog-Burglars, dan ketemu juga sama orang orang Romawi, serta Suku Histeris.

Overall, ini buku ringan yang menyenangkan untuk dibaca, dan yang paling saya seneng juga karena ada Alvin si Bajingan nya, karena saya suka sama tipe karakter antagonis yang kayak begini, yang kayak gak punya kelemahan, macem Moriarty, hahay.

Dan banyak juga pesan moral yang saya dapet dari sini. Saya juga kagum sama Hiccup, yang menurut saya udah cukup cerdas dan bijak buat usianya yang masih belasan tahun. Juga... kadang saya agak kesel sama Stoick, yang hampir gak pernah dengerin Hiccup ngomong, (padahal itu omongan serius yang bisa mengancam kehidupan mereka!) meskipun sebenernya, Stoick itu bener-bener sayang sama Hiccup.

Satu lagi, sebelum saya selesai, you must buy these books.  ( ಠ_ಠ )b

Okay, I'm finished. Sampai jumpaaa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar