Minggu, 22 Juni 2014

The After-Dinner Mysteries



Udah lama ya gak ngisi blog ini, berhubung yang lagi nulis ini belum dapet kuliah, hahaha~ Btw, siapapun yang baca, tolong doain saya masuk ADM Niaga UI ya, aminnnn 

Kembali ke post saya, hari ini saya mau nge-review tentang The After Dinner Mysteries. (γƒŽ^o^)γƒŽAda yang udah baca?
Kalo belum, ini sinopsisnya,
Hosho Reiko adalah seorang detektif di daerah Kunitachi (bagian dari Tokyo) Selama dia bertugas, dia harus bersabar karena Komandan Kazamatsuri yang seorang anak orang kaya yang suka pamer, sangat tidak bisa diandalkan. Selama dia bertugas juga, dia merahasiakan dirinya adalah putri orang kaya (dan dia sendiri sebenarnya lebih kaya dari Komandan Kazamatsuri).
Karena lelah tidak bisa memecahkan kasus yang sulit, Hosho Reiko akhirnya bercerita pada pelayannya, Kageyama. Tapi jawaban yang ia dapat dari Kageyama setelah panjang lebar bercerita membuatnya kesal,


“Maaf, Tuan Putri… Kalau Anda tidak tahu kebenaran kasus sepele seperti ini, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?”


Ya silakan pikir sendiri yang denger ngamuk apa nggak yah. 
Meskipun lidah Kageyama tajam, ternyata dia memang benar dan berhasil memecahkan kasus yang dianggap Reiko sulit!

Berhasilkah Reiko dan Kageyama menguak kasus kejahatan lainnya?
Silakan dibaca. (^▽^*)


.


Udah agak lama gak baca novel. Semua gara-gara UN dan sekutu-sekutunya tersayang, SBMPTN dan UM PTN ~(>_<~)
Anyway, menurut saya ini novel yang menyenangkan. Keliling kota sambil memecahkan kasus pembunuhan. Tapi emang ya, yang paling saya tunggu itu interaksi antara Reiko sama Kageyama. Kalo di novel ini saya gak mandang mereka bakal punya hubungan percintaan atau sejenisnya, mungkin lebih ke friendship to be dan partnership. Dan macem-macem ejekan yang dilontarin Kageyama kalo Reiko dateng ke dia buat dimintai penjelasan soal kasus sulit itu, it’s really hilarious.

Nih, satu lagi ejekan Kageyama buat Reiko, 

“Jangan-jangan mata Tuan Putri sebenarnya hanya lubang tak berguna?”
Syit. Kageyama, syit. Kamu jahat sekali, hahahaha 

.

Novel ini berisi tujuh cerita pendek, tentang berbagai kasus yang dihadapi Reiko. Total ada 280-an halaman. Yah... menurut saya termasuk quite light lah, karena novel ini gak bikin yang baca mikir-mikir banget. Just enjoy it~


Kelebihan novel ini menurut saya, meskipun ini novel terjemahan, saya menikmati tiap bacaannya, saya gak bosen, rasanya mengalir aja begitu sekali baca. Mungkin ada yang bosen pas bagian penyelidikannya, waktu Reiko dan Komandan Kazamatsuri harus menanyai para saksi dan calon tersangka, dan rasanya pengen langsung skip aja ke bagian penjelasan Kageyama. But it’s alright, it’s acceptable enough, hampir semua novel yang saya temuin pasti ada titik jemunya. 

Beberapa kasus menurut saya menarik, saya selalu suka nebak-nebak siapa pelakunya, dan ada satu kasus yang saya pikir pelakunya adalah si A, dan ternyata Reiko juga mikirin hal yang sama! Tapi begitu dijelasin Kageyama, ternyata pelaku sebenarnya adalah B. Salah menebak pelaku itu juga hal yang menyenangkan loh buat saya, hehehe

Satu lagi, kelebihan novel ini adalah covernya!
Covernya menurut saya bagus, kesannya gak biasa aja, kayak cover komik, tapi lebih terkesan classy, dan saya suka teksturnya. Kalo pada beli, pasti ngerti apa yang saya maksud tentang teksturnya. 

.

Kekurangannya disini adalah, mungkin karena ini novel terjemahan, jadi beberapa kata terdengar agak aneh di telinga.

Misal, Kageyama yang bolak balik manggil Reiko dengan sebutan “Tuan Putri” mungkin kalo di bahasa jepang nya harusnya “Ojou-sama” tapi bagi orang Indonesia, yang denger anak orang kaya disebut-sebut sebagai Tuan Putri ya… gimana sih rasanya? Mungkin karena sulit kali ya mencari padanan katanya? 
Selain itu, ada juga dimana Reiko manggil ayahnya dengan “Ayahanda”. Translate kayak gini juga saya temuin waktu baca Lady Victorian, dimana Ethel manggil ayahnya dengan “Ayahanda” juga. Sekali lagi, It’s kinda bugging me. Tapi ya sudahlah, kemungkinan penyebabnya lagi-lagi adalah belum menemukan padanan kata yang tepat. 

.


Overall, beli lah. Buku ini menyenangkan kok, ini bukan buku detektif yang bakal buat kamu mikir secara serius banget. Bahasanya gak ribet, mudah dimengerti, banyak hal kocak muncul disana-sini, tapi juga memberikan kita kasus yang bisa bikin kita garuk-garuk kepala.
Oh well, Goodbye for now, and please buy this gem! (´`)*✲゚*
  
.

P.S: Novel ini ada dorama nya loh, hehehe 

Dorama-nya pake judul asli jepang nya, Nazotoki wa Dinner no Ato De



 Silakan ditonton, di tempat streaming drama-drama ada kok, selain itu, ada versi manga nya juga nih,



Yah, silakan pilih aja mana yang bakal kalian paling suka, well, see yaaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar