Selasa, 15 Oktober 2013

Five Little Pigs - Mengungkit Pembunuhan



Lima Babi Kecil

Babi kecil yang ini pergi ke pasar;
Babi kecil yang ini tinggal di rumah;
Babi kecil yang ini makan daging panggang;
Babi kecil yang ini tak punya apa apa;
Babi kecil yang ini menangis, “Hik! Hik! Hik! Aku tersesat tak bisa pulang!”

Lima babi kecil, menjadi saksi atas tragedi yang terjadi dalam keluarga Crale. Amyas Crale, sang pelukis terkenal, tergeletak tak bernyawa di Taman Benteng, setelah melukis. Hasil otopsi mengatakan, hal ini disebabkan oleh racun coniine,  yang ditemukan dalam gelas serta botol bir yang dibawa oleh sang istri, Caroline Crale. 

Caroline Clare pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. 

Enam belas tahun kemudian, pada penghujung hidupnya, Caroline mengirimkan sepucuk surat kepada anak tunggalnya, Carla Crale (yang telah dikirimkan kepada kerabat jauhnya di Kanada), dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. 
Carla akhirnya meminta bantuan pada sang detektif veteran, Hercule Poirot, untuk mencari kebenaran. Kebenaran yang tersembunyi pada lima babi kecil. Lima orang yang memegang peran penting dalam tragedi keluarga Clare.

Phillip Blake, sahabat Amyas yang sungguh membenci Caroline; Meredith Blake, yang sepertinya masih menaruh hati pada Caroline; Elsa Greer, si gadis muda yang begitu menginginkan dan mencintai Amyas; Cecilia Williams yang tidak menyukai cara hidup Amyas sebagai seniman; serta Angela Warren, adik Caroline yang sangat menyayangi Caroline.

Siapakah di antara mereka yang membunuh Amyas? Atau memang Caroline sendirilah yang membunuh Amyas?

Dan kalo membaca cerita ini, saya jadi teringat sama Nemesis, mungkin karena sama-sama mengungkap kejahatan yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Bedanya Nemesis itu penyelidikannya dilakukan sama Miss Marple, sedangkan Five Little Pigs sama  Hercule Poirot. 

This is an interesting case. Karena setiap babi kecil antara punya dan tidak punya motif untuk membunuh Amysas. Semua terasa berada di zona abu-abu, meskipun tadinya kalian pikir, “Hah, dia tidak mungkin melakukannya!” Well, everything’s possible, in this kind of story bro.

Kunci dari misteri ini sendiri adalah, “Everything’s not like what it seems” atau “Apa yang ada di luar beda dengan yang ada di dalam”. Karena gak semua orang yang ada di misteri ini terlihat seperti apa yang dia ceritakan pada kita. 

Yang saya gak suka… Mungkin pengulangan fakta-fakta yang sudah ada. Rasanya jadi agak bosan karena yaaaa you’ve repeat the facts for about ten times already, duh! (atau mungkin karena saya lagi males baca?). Tapi sebenernya, karena pengulangan-pengulangan itu jugalah yang bikin kita jadi tahu runtutan peristiwanya dan bisa mengungkap siapa pelaku sebenernya. 

Saya sendiri… hampir berhasil mengungkapkan misterinya, ternyata saya tahu motifnya. Tapi saya salah menebak siapa pelakunya. Almost thereeeee :”)

Quotes:

“Wanita tahu dimana wanita lain biasa menyembunyikan sesuatu” –Hercule Poirot

“Tidak tidak, saya tidak yakin selama hidup ini Anda pernah memedulikan orang lain. Andaikata pernah, mungkin Anda lebih bahagia.” - Hercule Poirot

“Bukan, bukan, saya mengerti yang Anda maksudkan. Tetapi tidak semua yang ada dalam hidup ini mempunyai nilai atau harga yang tertentu. Ada pula yang tidak untuk dijual!” - Hercule Poirot

“Sampai Anda tahu dengan pasti tipe orang yang bagaimana si korban itu, Anda belum bisa melihat dengan jelas kasus kejahatan itu secara utuh.” - Hercule Poirot

“Tetapi saya mengagumi Caroline Crale karena ia tidak melawan, karena ia berlindung ke balik dunianya yang separuh terang, separuh bayangan. Ia tidak pernah dikalahkan karena ia tidak pernah berperang.” - Quentin Fogg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar