Babi kecil yang ini
pergi ke pasar;
Babi kecil yang ini
tinggal di rumah;
Babi kecil yang ini
makan daging panggang;
Babi kecil yang ini
tak punya apa apa;
Babi kecil yang ini
menangis, “Hik! Hik! Hik! Aku tersesat tak bisa pulang!”
Lima babi kecil, menjadi saksi atas tragedi yang terjadi
dalam keluarga Crale. Amyas Crale, sang pelukis terkenal, tergeletak tak
bernyawa di Taman Benteng, setelah melukis. Hasil otopsi mengatakan, hal ini
disebabkan oleh racun coniine, yang ditemukan dalam gelas serta botol bir
yang dibawa oleh sang istri, Caroline Crale.
Caroline Clare pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Enam belas tahun kemudian, pada penghujung hidupnya,
Caroline mengirimkan sepucuk surat kepada anak tunggalnya, Carla Crale (yang
telah dikirimkan kepada kerabat jauhnya di Kanada), dengan tegas menyatakan
bahwa dirinya tidak bersalah.
Phillip Blake, sahabat Amyas yang sungguh membenci Caroline;
Meredith Blake, yang sepertinya masih menaruh hati pada Caroline; Elsa Greer,
si gadis muda yang begitu menginginkan dan mencintai Amyas; Cecilia Williams
yang tidak menyukai cara hidup Amyas sebagai seniman; serta Angela Warren, adik
Caroline yang sangat menyayangi Caroline.
Siapakah di antara mereka yang membunuh Amyas? Atau memang
Caroline sendirilah yang membunuh Amyas?
Dan kalo membaca cerita ini, saya jadi teringat sama
Nemesis, mungkin karena sama-sama mengungkap kejahatan yang terjadi
bertahun-tahun yang lalu. Bedanya Nemesis itu penyelidikannya dilakukan sama
Miss Marple, sedangkan Five Little Pigs sama
Hercule Poirot.
This is an interesting case. Karena setiap babi kecil antara
punya dan tidak punya motif untuk membunuh Amysas. Semua terasa berada di zona
abu-abu, meskipun tadinya kalian pikir, “Hah, dia tidak mungkin melakukannya!” Well,
everything’s possible, in this kind of story bro.
Kunci dari misteri ini sendiri adalah, “Everything’s not
like what it seems” atau “Apa yang ada di luar beda dengan yang ada di dalam”.
Karena gak semua orang yang ada di misteri ini terlihat seperti apa yang dia
ceritakan pada kita.
Yang saya gak suka… Mungkin pengulangan fakta-fakta yang sudah
ada. Rasanya jadi agak bosan karena yaaaa you’ve
repeat the facts for about ten times already, duh! (atau mungkin karena
saya lagi males baca?). Tapi sebenernya, karena pengulangan-pengulangan itu
jugalah yang bikin kita jadi tahu runtutan peristiwanya dan bisa mengungkap siapa
pelaku sebenernya.
Saya sendiri… hampir berhasil mengungkapkan misterinya,
ternyata saya tahu motifnya. Tapi saya salah menebak siapa pelakunya. Almost
thereeeee :”)
Quotes:
“Wanita tahu dimana wanita lain biasa menyembunyikan sesuatu”
–Hercule Poirot
“Tidak tidak, saya tidak yakin selama hidup ini Anda pernah
memedulikan orang lain. Andaikata pernah, mungkin Anda lebih bahagia.” - Hercule Poirot
“Bukan, bukan, saya mengerti yang Anda maksudkan. Tetapi
tidak semua yang ada dalam hidup ini mempunyai nilai atau harga yang tertentu. Ada
pula yang tidak untuk dijual!” - Hercule Poirot
“Sampai Anda tahu dengan pasti tipe orang yang bagaimana si
korban itu, Anda belum bisa melihat dengan jelas kasus kejahatan itu secara
utuh.” - Hercule Poirot
“Tetapi saya mengagumi Caroline Crale karena ia tidak
melawan, karena ia berlindung ke balik dunianya yang separuh terang, separuh
bayangan. Ia tidak pernah dikalahkan karena ia tidak pernah berperang.” - Quentin Fogg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar