It's all about point of view, on what side you view how the things roll.
Salah satu novel yang menurut saya sangat manis. The thing that I like most about them is about their interaction. And, how their feelings "flipped"!
Semuanya berawal dari Juli yang bertemu dengan Bryce yang baru saja pindahan, di saat mereka sama sama kelas dua. Dari pertama bertemu, Juli langsung jatuh cinta dengan Bryce, tapi Bryce gak suka dengan Juli, dan menganggap Juli aneh.
Agak skip, Juli punya semacam pohon kesayangan dia, yang besar banget, begitu denger rencana pohon itu bakal mau ditebang, Juli langsung naik ke pohon tersebut, dan protes gak mau turun. Juli mengajak Bryce, tapi Bryce menolak. Pada akhirnya, pohon itu ditebang juga, dan Juli jadi merasa depresif. Bryce, yang merasa bersalah karena mungkin seharusnya dia ikut membantu Juli protes, ingin minta maaf, tapi dia merasa gak bisa.
Terus, ternyata kakek Bryce suka sama Juli, dan menyuruh Bryce berteman dekat dengan Juli. Yang membuat Bryce makin malas.
Akhirnya, konflik terjadi, waktu Juli memberikan sekotak telur dari ayam peliharaanya ke Bryce. Karena keluarga Bryce takut ada penyakit salmonella, mereka bilang buat menolak kotak telur itu, tapi Bryce, malah membuang semua telur itu sebelum keluarganya tahu. Dan, parahnya, Juli melihat waktu Bryce lagi membuang telur-telur pemberiannya. Keadaan makin parah waktu Juli mendengar Bryce dan temannya berbicara tentang pamannya yang punya kelainan mental.
Juli sekarang malah benar-benar membenci Bryce, sementara Bryce, dia malah jadi menyukai Juli. Kemudian, apa yang selanjutnya terjadi? Silakan dibacaaa (。・ω・。)ノ♡
(Cover Flipped versi bahasa Indonesia-nya, padahal kan lebih unyu anak ayam yang kebalikkk D: #duar)
Favorite Quotes:
“To by held above the earth and be brushed by the wind," she said,"it's like your heart has been kissed by beauty.”
.
“What he did to my heart was sheer, inexplicable, magic.”
.
There's nothing like a headstrong woman to make you happy to be alive.”
.
“My heart stopped. It just stopped beating. And for the first time in my
life, I had that feeling. You know, like the world is moving all around
you, all beneath you, all inside you, and you're floating. Floating in
midair. And the only thing keeping you from drifting away is the other
person's eyes. They're connected to yours by some invisible physical
force, and they hold you fast while the rest of the world swirls and
twirls and falls completely away.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar